Sebuah film pendek, apa itu Penyakit Bipolar Disorder?

Thanks! Share it with your friends!

Close

Tugas kuliah, iseng-iseng di upload siapa tau bermanfaat.

Comments

100days Challenge says:

suaranya kok gak muncul ya? tapi filmnya bagus

Amanda Amanda says:

ap aku trmsuk pny pnyakit bipolar nth lh. yg jls sulit d jls kn

Holly Heart says:

yaa ampun itu gw bgt kaya gitu… setiap hari ngenes.. kapan aku diberi kebahagiaan ya allah 😖

Rani Apri Liani says:

ko aku ngerasa ya? padahal aku blm cek ke dokter

zhidan yanuar says:

oh berarti benar saya bipolar, bukan kepribadian ganda, saya kira saya kepribadian ganda, paling buruk dari bipolar adalah kehilangan teman teman kesulitan komunikasi dengan mereka

cay bigo says:

AREK UIN REK salam kenal gan UINSA SBY

Haykel Badjened says:

Psychiatry Kills
Documented Proof Psychiatric Drugs Shorten Life Span
Version 2.012m

 By Shemuwel Antoine Moser

 

Also see: This and This for information proving the USA is medicating people through their water supply.

No longer is involuntary drugging only a concern to those locked away in an institution. "Laws quietly passed in 36 US states now allow the government to court order you to take psychiatric drugs, even though you're law abiding and living at home, in your own neighborhood. These court orders are known as "Involuntary Outpatient Commitment" (IOC). Typically, you'd be required to report to your community mental health center every few weeks for a "depot injection" of a "neuroleptic drug" such as Prolixin or Haldol in your butt. These drugs are time released [in a base of oil and injected intramuscularly], so that the super-powerful impact lasts weeks until your next injection. The court orders can be routinely re-approved, so these injections can go on for years." 

Disclaimer: Many of the statements that follow in this report (Namely the effect that neuroleptic drugs have on the duration of life span and sense of well being.) have not been investigated or evaluated by the FDA (so they claim) nor do they care to. The FDA does not even require animal studies to determine how these drugs affect the duration of life span which is shocking considering that the FDA is supposed to be charged with protecting the American people. The conclusions in this report are based on available facts, for which a positive assertion can be made by putting the information together so that the true nature of these drugs can be established. This information is what the FDA, psychiatrists, and the pharmaceutical companies do NOT WANT YOU TO KNOW. This information is both shocking and scandalous and reveals a probable eugenics conspiracy so be warned. The common people that are affected by this are not supposed to be smart enough to understand and figure it out, but I have.

The purpose of this report is to prove conclusively that neuroleptic drugs (Also know as antipsychotics or antipsychotic drugs, tranquilizers, psychotropics or psychotrophics, or psychotropic drugs or psychotrophic drugs) shorten life span, destroy sexual function and fertility, take away sense of well being which can precipitate suicide and or violent behavior etc. This will be established in this discussion through a rudimentary explanation of some facets of biochemistry and by quoting reputable sources. Also to empower the people who may be affected by this with knowledge that they can use to defend their rights and help overturn these laws as unconstitutional and as basic human rights violations. Also to help educate people who have friends and or family members who are affected by this and to provide understandable information to the general public who are being denied the facts.

Haykel Badjened says:

bukalah mata kita mulai detik ini dan jangan menutup mata terhadap kejahatan psikiatri di indonesia dan seluruh dunia.

Haykel Badjened says:

gerakan anti-psikiatri, adalah gerakan yang sangat berpengaruh pada tahun 1960an hingga 1980an dan yang hari ini berubah menjadi gerakan yang lebih bertumpu pada konsumen psikiatri dan penolakan atas obat obatan. gerakan ini yang dipelopori oleh Thomas Szasz di Amerika, R.D. Laing di Inggris, Michel Foucault di Prancis dan beberapa lainnya setelah kemunculannya pertama kali telah mampu merubah banyak kebijkan dunia psikiatri di hampir seluruh Amerika dan Eropa. dan gerakan ini telah membuat ribuan rumah sakit jiwa di seluruh Eropa dan Amerika ditutup. istilah anti-psikiatri sendiri pertamakali diperkenalkan oleh David Cooper.

anti-psikiatri berati juga anti-psikologi. salah satu buku paling terkenal dari tokoh awal anti psikiatri adalah buku karya Thomas Szasz, The Manufacture of Madness dan The Myth of Mental Illness. dan yang lebih berpengaruh dari Szasz adalah R.D. Laing dengan bukunyaThe Divided Self. Szasz dan Laing adalah seorang psikiater. mereka bersepakat bahwa penyakit mental adalah sebuah mitos dan psikiatri adalah pseudo-sains atau psikiatri adalah kebohongan yang diciptakan atas nama sains. mereka juga menganggap sistem psikiatri juga kejam dan terlalu berkuasa hingga menciptakan pelabelan kegilaan dan dalam asylum maupun rumah sakit jiwa, hampir tak ada kemanusiaan di dalamnya.

gerakan anti-psikiatri ini juga sangat berpengaruh terhadap dunia psikologi karena dalam bukunya The Myth of Mental Illness Szasz menyerang konsep penyakit mental dan yang pertama ia serang adalah kebohongan Jean Martin Charcot dengan Hysterianya dan juga psikoanalisis sebagai bukan sains. serangan lebih keras lagi yang dialamatkan ke psikonalisis datang dari Michel Foucault. Szazs dan Laing memakai pendakatan yang memang jauh dari psikiatri konvesional yang mencoba untuk mengatakan diri mereka sebagai sains dengan cara yang positivisme empiris yang ketat. mereka memakai logika eksistensialisme fenomenologis sebagai langkah yang mereka ambil untuk mendobrak logika psikiatri selama ini. sebagai seorang psikiater, dengan terbitnya buku yang menyerang dunia psikiter sendiri, hal itu berarti bahaya bagi posisi mereka dalam wilayah akademis dan lainnya.

gerakan anti-psikiatri juga secara tak langsung sebagai gerakan anti-psikologi. terlebih kita tahu bahwa banyak teori maupun dunia psikologi modern itu berawal dari dunia klinis, yang mana yang banyak berperan bagi kelahiran psikologi adalah para psikiatri.

hari ini banyak para psikolog yang mengambil spesialisasi sejarah psikologi banyak mengatakan psikologi sedang dalam krisis besar. bahkan seorang teoritis sains besar Karl Popper mengatakan psikologi bukanlah sains terlebih ketika hari ini psikologi terpecah dan akan terus terpecah dengan berbagai macam aliran dengan metode, pendekatan, sudut pandang dan definisi yang berlainan. hampir tak ada kata sepakat dalam psikologi hari ini. dalam buku Sejarah Psikologi Modern karya Duanne Schulzt dan Sydney Ellen Schulzt, psikologi berada dalam krisis paling parahnya ketika sejarah psikologi sendiri selalu berubah dan tak menentu. ketika kebenaran dari psikologi pun semakin runyam dan tak jelas. hal itu juga dikuatkian oleh John F. Brennan dalam Sejarah dan Sistem Psikologi.

gerakan anti-psikiatri sangat penting untuk menengok dunia psikologi hari ini. pengaruhnya yang luar biasa pada pertengahan abad 20 walau hari ini sedikit memudar dan digantikan dengan para konsumen anti psikiatri. anti-psikiatri memiliki efek yang tak sedikit dalam dunia psikologi. bahkan sebuah efek yang bisa sangat merusak mengingat hari ini dunia psikologi cenderung jatuh pada eklektisisme.

dari sinilah kita harus mengerti, sejauh mana psikologi sebagai ilmu dan sains bisa kita pertahankan? lalu sejauh mana mitos mitos dalam psikologi yang kita terima begitu saja selama ini masih akan terus bertahan karena ketidaktahuan kita atau keengganan kita menelusuri dunia yang ada dibelakang? lalu apakah itu psikologi? mungkin kita harus sejenak membaca sebuah buku dari Scott O. Lillenfield dkk yang berjudul 50 Greath Myths of Popular Psychology, sebelum kita melangkah lebih jauh ke anti-psikiatri dan lebih jauh lagi ke anti-psikologi. 

mulai sekarang, tidakkah kita harus membuka mata?

Haykel Badjened says:

Bipolar dan semua gejala distorsi pada akhihirnya yg mengakibatkan seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan jiwa sebenarnya adalah gangguan pada Neotransmitter di sinapsis otak sinaps artinya persimpangan syaraf ( Neurons ) pada ujung sinaps terdapat pemancar dan penerima yg disebut transmitter dan receiver "out & in" gelombang elektromagnetik yg terjadi pada otak kita fungsinya untuk komunikasi jika sistem komunikasi tersebut kacau maka seseorang itu perilakunya akan kacau. Yg benar obatilah pasien dgn gangguan distorsi ini kepada Neurolog atau dokter syaraf BASIC ilmunya jelas Neuroscience dan jangan dibawa ke psikiater karena psikiater atau psikiatri itu tdk pernah menyelesaikan persoalan bahkan menambah panjang masalah baru jangka panjang atau jangka pendek,ketahuilah obat-obatan anti psikotik,RSJ ,dan ECT ( alat kejut otak ) pada akhirnya hanya menimbulkan korban jiwa. Psikiater dilahirkan dan dibentuk untuk tujuan politik & ekonomi tidak lebih dan tdk ada ilmunya kecuali ilmu karangan maka berarti obat-obatan anti psikotik wajib dipertanyakan dan seluruh industri mereka ?

Haykel Badjened says:

saya tidak menyalahkan kalian tapi yg salah adalah sistem pendidikan kita sehingga kalian bisa dipengaruhi tampa pemahaman mendasar contohnya bipolar tapi ketahulilah mulai saat ini Belajar Adalah tentang Mengerti bukan Mengetahui

Hal ini mungkin masih menjadi masalah di pendidikan Indonesia dimana sebagian siswa selalu dipaksa untuk menghapal. Sementara itu mengetahui suatu materi dengan cara menghapal tidaklah efektif. Sebaliknya mengerti materi akan jauh lebih efektif. Otak akan cenderung mengingat suatu pelajaran jika orang tersebut memahaminya dengan baik dibandingkan menghapalnya. Contoh simpelnya saja apakah Anda tahu hasil dari 309 x 201? Tentu jika Anda sudah mengetahui cara kerja konsep perkalian angka tersebut tidaklah sulit. Mungkin hanya perlu beberapa menit untuk menyelesaikannya. Bandingkan jika Anda harus menghapal tabel perkalian untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Haykel Badjened says:

Jakarta – Jutaan orang sehat, termasuk anak-anak pemalu, bandel, orang yang berduka akan kematian orang yang dikasihi dan orang yang sangat memuja sesuatu akan diberi label sakit jiwa. Demikian menurut panduan diagnosa gangguan mental yang baru.

Dalam analisis revisi panduan diagnosis gangguan mental yang menjadi acuan profesional kesehatan mental sedunia, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders</em> (DSM), para psikolog, psikiater dan ahli kesehatan mental membahas tentang kategori gangguan mental baru yang dianggap konyol dan sangat mengkhawatirkan serta berbahaya.

Panduan yang selesai direvisi tahun depan ini bisa memberikan diagnosa medis bagi pemerkosa berantai dan penjahat seks dengan label \'paraphilic coercive disorder</em>\'. Akibatnya, sang pelaku bisa terbebas dari penjara karena ada alasan kesehatan atas perilakunya.

Lebih dari 11.000 profesional kesehatan telah mengisi petisi di situs dsm5-reform.com </span></em>yang menyerukan untuk menghentikan pembuatan DSM edisi kelima.

DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association</em> (APA). Isinya memuat deskripsi, gejala dan kriteria lain untuk mendiagnosa gangguan mental. Panduan ini digunakan secara internasional dan dipandang sebagai \'alkitab\' diagnosis untuk mengatasi gangguan kesehatan mental.

\"Revisi DSM yang diusulkan akan memperburuk masalah yang disebabkan karena mencoba menyesuaikan sistem. Ada beberapa diagnosis medis yang diberikan pada masalah yang tidak tepat jika dikelompokkan dalam klasifikasi,\" kata Peter Kinderman, psikolog klinis dan kepala Institute of Psychology di Liverpool University.

Kinderman mengatakan edisi baru yang dikenal sebagai DSM-5 ini akan menyebabkan munculnya diagnosis berbagai masalah yang seharusnya tidak pernah dianggap sebagai penyakit mental. Contohnya adalah gangguan pemalu, berduka, bandel dan kecanduan intenet.

Dalam DSM edisi sebelumnya, seseorang yang baru saja kehilangan orang yang dicintai dan memiliki suasana hati yang buruk dianggap normal karena sedang berkabung. Namun DSM edisi baru ini akan mengabaikan kriteria kematian dan hanya melihat gejalanya, kemudian memasukkan gejalanya dalam kategori penderita penyakit depresi.

\"Banyak orang yang pemalu, berduka, eksentrik atau memiliki kehidupan romantis yang tidak biasa akan tiba-tiba dicap sakit jiwa. Ini tidak manusiawi, tidak ilmiah, dan tidak akan membantu memutuskan bantuan apa yang dibutuhkan seseorang,\" kata Kinderman seperti dilansir FoxNews</em>, Jumat (10/2/2012).

Diagnosa baru lain yang dianggap bermasalah oleh para ahli adalah \'gangguan berjudi, gangguan kecanduan internet dan gangguan pemberontak oposisi\', yaitu suatu kondisi di mana anak secara aktif menolak memenuhi permintaan mayoritas dan melakukan tindakan yang disengaja untuk mengganggu orang lain.

\"Itu berarti anak-anak yang berkata \'tidak\' kepada orangtuanya lebih dari jumlah tertentu akan masuk dalam kriteria tersebut. Dengan kriteria ini, banyak di antara kita yang akan mengatakan bahwa anak-anak kita sakit jiwa,\" kata Kinderman.

Sebagai dampak yang tidak diinginkan, Profesor Allen Frances, profesor Emeritus di Duke University dan ketua komite yang mengawasi revisi DSM edisi sebelumnya, mengkhawatirkan jutaan orang akan mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tidak tepat. Dana yang digunakan untuk pengobatan akan sia-sia sebab diberikan untuk orang yang tidak membutuhkan, bahkan mungkin bisa merugikan.

Haykel Badjened says:

silahkan cari info di youtube & google CCHR Florida & CCHR International

Haykel Badjened says:

Gangguan Bipolar Anak: ada atau tidak?
Senin, 20 Juni 2011 – 

 
Masalahnya, wabah ini tidak nyata. “Bipolar muncul dari masa remaja akhir,” kata Ian Goodyer, profesor jurusan psikiatri Universitas Cambridge yang mempelajari anak dan depresi remaja. “Sangat kecil sekali kemungkinan kalau anda menemukannya pada anak usia 7 tahun.”
Bagaimana kesalahan diagnosis ini terjadi? Bagaimana ia berawal? Ini adalah pertanyaan yang dibahas dalam buku The Psychopath Test, karya Jon Runson mengenai sudut aneh industri kejiwaan.
Semua bermula dari DSM. DSM –  Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders adalah daftar semua penyakit mental yang dikenali secara resmi dan gejalanya. Pada awalnya ia hanya sebuah buku kecil yang mencerminkan pola pikir Freud yang dominan di tahun 1960. Ia hanya punya beberapa halaman dan sedikit pembaca.
Apa yang tidak diketahui orang adalah Spitzer, sang pengarang, punya rencana untuk menghapus semua penilaian manusia dari psikiatri. Ia akan menciptakan sebuah DSM yang akan berisi checklist. Setiap psikiater dapat mengambil manual ini, dan jika gejala pasien cocok dengan checklist tertentu untuk gejala tertentu, maka itulah diagnosisnya.
Selama enam tahun Spitzer melakukan rapat editorial di Columbia. Psikiater akan menyebutkan sebuah gangguan mental jenis baru dan checklistnya. Akan ada penyakit baru dimasukkan. Bila Spitzer setuju dengan diagnosis baru tersebut, yang ternyata memang selalu setuju, ia akan segera menulisnya.
Penerus Spitzer, Allen Frances, melanjutkan tradisi penumpukan gangguan mental baru ini, dengan checklistnya sendiri, menjadi berkali lipat. DSM-IV yang dibuatnya terdiri dari 886 halaman dengan 32 gangguan mental baru.
Sekarang Frances merasa kalau ia membuat beberapa kesalahan besar. “Diagnosis psikiatrik semakin mendekati batas-batas kenormalan,” katanya.
“Ada tekanan masyarakat untuk keseragaman dalam berbagai cara,” tambahnya. “Ada lebih sedikit toleransi atas perbedaan. Mungkin bagi sebagian orang yang memiliki label dapat menciptakan sebuah harapan – sebelumnya saya tertawa namun sekarang saya dapat membahasnya dengan penderitanya di internet.”
Frances menyebut salah satu contoh kesalahannya adalah gangguan bipolar anak-anak. “Anak-anak dengan gangguan temperamen ekstrim disebut bipolar,” katanya. “Bipolar anak-anak mengambil rasa bersalah dari orang tua yang mungkin menciptakan anak tipe pembangkang ini.”
“Jadi apakah diagnosisnya bagus?”
“Tidak,” kata Frances. “Dan ada alasan yang sangat baik mengapa tidak.” Kepedulian utamanya adalah anak yang perilakunya hanya sesuai sedikit dengan checklist bipolar harus dirawat dengan obat antipsikotik, yang dapat berhasil menenangkannya, bahkan bila diagnosisnya salah. Obat ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan dan bahkan bisa berbahaya.
Bryna Hebert penulis buku anak My Bipolar, Roller Coaster, Feelings Book yakin kalau anaknya bipolar. Psikiater anak David Sheffer juga mengatakan “anak ini dapat sangat membangkang, ia bisa mengambil bertahun-tahun kehidupan anda yang seharusnya bahagia. Namun mereka bukan bipolar.”
“Gangguan kurang perhatian (ADD)?” katanya. “Seringkali anak ADD membuat anda berpikir : mereka seperti orang dewasa manic.” Namun mereka tidak tumbuh menjadi orang manic. Dan orang manic juga waktu kecilnya bukan penderita ADD. Namun mereka diberi label bipolar.
“Itu label besar yang harus melekat pada anda seumur hidup anda. Anda diberi tahu kalau anda memiliki kondisi yang akan membuat anda rentan pada depresi dan bunuh diri.”
Sumber
New Scientist, Juni 2011.

Haykel Badjened says:

hati-hati berbicara psikiatri industri jika kalian tidak faham berapa jumlah korban jiwa di seluruh dunia akibat psikiatri

Haykel Badjened says:

MORE EVIDENCE PSYCHIATRY IS A FAKE SCIENCE
More evidence psychiatry is a fake science

by Jon Rappoport

September 4, 2012

Haykel Badjened says:

Saya kira janganlah membesarkan pengistilahan BIPOLAR, anda tidak akan mengerti batas-batas istilah diagnosis ini dengan jelas. Semua akan dibuat kabur, pengistilahan ini tak lebih hanya sebuah ideologi barat (Amerika dalam buku manual psikiatrinya) yang tak lebih hanya sarana bisnis jahat tak bertanggung jawab dari para pelaku profesi dan pabrik obat.

Anda akan tercengang ketika melihat betapa mereka tak mau mendiagnosa sakit perubahan otak akibat obat (iatrogenesis), semua para profesi itu hanya selalu menyalahkan dan menyalahkan si penderita, yang pada akhirnya tetap akan terus dan terus meminum obat resepnya, padahal obat itu dalam selubung BERBAHAYA. Sekedar info penting agar publik memahami.

Haykel Badjened says:

kalian sudah terpengaruh psikiatri industri untuk membuat film pendek dan mempercayai psikiatri,ketahuilah psikiatri adalah zona berbahaya kalian belum faham apa itu psiġiatri yg sebenarnya

Write a comment

*